Thursday, January 31, 2013

Syarat Diterima Ibadah



SIRI KULIAH IBADAH 1
SYARAT DITERIMA IBADAH

Segala puji hanya bagi Allah Rabb semesta alam. Shalawat serta salam semoga selalu dicurahkan kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, kepada keluarganya, para shahabatnya dan juga para pengikutnya hingga akhir zaman.

Ikhwanfillah yang dirahmati Allah.....
Telah datang kepada kita rahmat dan kenikmatan iman dan islam. Dan dalam kenikmatan itu kita sudah barang tentu kita semua akan berlumba-lumba mengerjakan amalan-amalan agar mendapatkan balasan dari Allah Subhanahu wa Ta'ala. Akan tetapi bagaimanakah sebuah amalan itu dapat diterima disisi Allah? Apakah kita boleh sahaja beribadah kepada Allah dengan tanpa mempedulikan peraturan dan cara yang telah diajarkan oleh baginda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam ? Tentu saja tidak.! Dan bahagian yang tepenting dari syarat diterimanya amal ibadah itu ada dua yaitu :

Pertama           :           mengikhlaskan niat karena Allah Ta'ala
Kedua               :           mengikuti dan sesuai dengan apa yang diajarkan Rasulullah Shallallahu
                                    'Alaihi Sallam.

1. Mengikhlaskan niat kerana Allah

Ikhwanfillah yang dimuliakan Allah….
Sungguh, setiap amalan ibadah yang ditujukan kepada Allah itu haruslah disertai dengan niat. Seperti apa yang telah Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam jelaskan dalam riwayat Umar Radiyallahu 'anhu bahwasannya Rasulullah bersabda:

“Sesungguhnya setiap amal itu tergantung kepada niat…”(HR Bukhari, Muslim).

Dan yang dimaksud dengan amal disini adalah amalan ketaatan, bukan amalan yang mubah (seperti makan). Jadi sudah seharusnya bagi setiap orang yang akan melakukan suatu amalan ketaatan itu berniat. Dan ketahuilah, bahwasannya niat itu letaknya dihati. dan melafadzkan niat dibibir ini termasuk salah satu bentuk kebid'ahan. Dan Rasulullah shallallahu 'Alaihi wa sallam telah menyatakan bahwasannya setiap bid'ah itu sesat. Dan tidak ada yang namanya bid'ah hasanah.

Kemudian yang perlu pula kita jaga dalam melaksanakan amalan ketaatan tersebut ialah mengikhlaskan niat karena Allah Saja. Karena hanya milik Allah sajalah agama yang bersih. Yaitu yang bersih dari segala bentuk kesyirikan. Kita dalam beramal sangat perlu menjaga agar jangan sampai amalan kita tercampur dengan riya’. Kerana barangsiapa yang melakukan suatu amalam keranana riya’ maka amalan tersebut tidak ada nilainya sama sekali disisi Allah. Dan kita juga memohon kepada Allah agar dijauhkan dari sifat riya’ ini karena barangsiapa yang terus menerus melakukan riya maka ditakutkan dia akan terkena firman Allah :

“sungguh apabila kamu mensekutukan Allah maka akan benar-benar hapuslah amalan-amalanmu dan nanti kamu merupakan golongan orang-orang yang merugi”

Dan juga fiman-Nya :

“dan kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu kami jadikan amal itu bagaikan debu yang berterbangan” (Al-Furqan-23).

Kemudian Rasulullah Shallallhu 'Alaihi wa Sallam juga menjelaskan:

Barangsiapa berhijrah niatnya karena Allah maka hijrahnya itu diterima Allah dan Rasul-Nya, dan barangsiapa yang berhijrah untuk tujuan dunia atau wanita yang akan dinikahinya, maka hijrahnya akan sampai kepada apa yang diniatkan”. (Muttafaqun 'Alaih).

Dalam hadits tersebut Rasulullah menjelaskan bahwasannya barangsiapa yang berhijrah berniat hanya kepada Allah maka Allah akan menerima amalan ketaatannya. Akan tetapi barangsiapa yang tidak mengikhlaskan niat kepada Allah sungguh Allah tidak menerima amalannya dan yang dia dapatkan hanyalah apa yang telah dia niatkan.
 
Maka ikhwah sekalian yang dirahmati Allah.., marilah kita semua menjaga semua amal perbuatan kita, mengikhlaskan semua amal perbuatan kita hanya kepada Allah saja. Allah berfirman dalam surat Al-Maidah 72 :

Sungguh orang yang mempersekutukan Allah, Maka pasti Allah akan mengharamkan kepadanya surga dan tempatnya ialah neraka”.

Dan kami berlindung kepada Allah dari hal tersebut.

2.           Sesuai dengan yang diajarkan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam

Allah Subhanahu wa Ta'ala di dalam surat Al-Hasyr ayat 7 berfirman

Apa saja yang diberikan rasul kepadamu maka ambillah dia. Dan apa saja yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah”.

Ikhwah sekalian yang dirahmati Allah..
Sungguh setiap amalan ketaatan yang akan kita lakukan maka marilah kita pertanyakan dulu apakah ini datang dari Rasulullah atau tidak. Karena ibadah itu sifatnya adalah Tauqifiyah atau mempunyai dalil. Apabila ada dalil yang shahih yang menjelaskan tentang hal ibadah tersebut, maka silakan kita melakukannya. Tapi apabila tidak ada dalil yang menjelaskan tentang hal ibadah yang akan kita laksanakan maka marilah kita tingalkan amalan tersebut. Karena Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam telah bersabda.:

Barangsiapa melakukan suatu perkara baru dalam urusan kami (agama) yang tidak termasuk bagiannya maka perkara baru tersebut tertolak”.(Bukhari muslim).

Hadits ini membawa makna bahawasanya amal yang telah kita lakukan walaupun dengan keikhlasan yang penuh akan tetapi bertentangan atau tidak ada dalil yang sahih yang berasal dari Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam maka niscaya tidak akan diterima. Dan apabila kita melakukan suatu amalan yang tidak ada tuntunannya maka Rasulullah shallallahu 'Alaihi wa Sallam telah mengingatkan kita

Berhati-hatilah dengan perkara baru, karena sesungguhnya segala perkara baru itu bid'ah, dan semua bid'ah itu sesat dan kesesatan itu tempat kembalinya ialah neraka”.(Tirmidzi Nasa'i)

maka sebagai seorang muslim, maka kita dalam melakukan suatu amalan hendaklah kita mengetahui dahulu akan ilmunya. Kita mengetahui dahulu apakah ada dalil tentang bolehnya ibadah yang akan kita laksanakan.

Allahu a'lam
__________________________________________________________________________________
Maraji' :
1.     Al-Kabaair, Al-Imam Adz-dzahabi.
2.     Syarah Hadits Arba'in, Al-imam An-Nawawi
3.     Minhaj Firqatun Naajiyah, Al-Imam Jamil Zainu


______________________________________________________________________________________________________
“inilah jalan (agama)ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku, mengajak kamu kepada Allah dengan DALIL yang nyata” (Surah Yusof : 108)
Tulisan yang anda baca ini adalah sebahagian Siri Kuliah Ibadah yang diedarkan secara percuma untuk tujuan dakwah. Untuk mendapatkan siri-siri yang berikut sila email ke akademisunnah@myquran.com

No comments:

Post a Comment