Masalah Jahiliyyah 13:
Masyarakat
jahiliyyah biasa melakukan sikap berlebih-lebihan terhadap orang shalih
,sebagaimana firimankan oleh Allah:
v
Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui
batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang
benar[Surat An Nisaa:171]
PENJELASAN:
Ini adalah persoalan besar. Ghuluw
secara bahasa berarti melampaui batas. Biasa diungkapkan: (Air dalam) panci itu
mengalami ghuluw, yakni airnya menggelegak karena mendidih. Biasanya juga
diungkapkan: Harga-harga mengalami ghuluw. Yakni ketika menjadi tinggi
melampaui batas kewajaran. Ghuluw artinya bertambah atau melonjak tinggi
melampaui batas yang wajar. Ghuluw secara syarI adalah mengangkat seseorang
diatas kedudukannya yang semestinya. Seperti mengangkat derajat para nabi dan
orang-orang shalih lalu mendudukkan mereka pada posisi sesbagai Rabb atau
sesembahan.
Masyarakat jahiliyyah
melakukan sikap berlebih-lebihan terhadap banyak orang dan mengangkat mereka diatas
kedudukannya sehingga menjadikan sebagai sesembahan-sesembahan selain Allah. Orang-orang
Yahudi bersikap ghuluw terhadap UZAIR, mereka mengatkan :Uzair anak Allah. Seperti
juga kaum Nasrani yang bersikap ghuluw terhadap Isa bin Maryam alaihi salam, mengangkatnya
dari derajat manusia dan rasul menjadi sesembahan. Mereka juga mengatakan bahwa
Isa adalah anak Allah. Kaum Nuh juga bersikap ghuluw terhadap orang-orang
shalih, mereka membuat lukisan dan patung-patung orang-orang shalih tersebut
kemudian menyembahnya disamping menyembah Allah. Mereka mengangkat orang-orang
shalih itu ketingkat sesembahan. Firman Allah:
v
Dan mereka berkata:
"Jangan sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) tuhan-tuhan kamu dan
jangan pula sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) Wadd, dan jangan pula Suwaa', Yaghuts, Ya'uq
dan Nasr". [Surat Nuh:23]
Yakni menjadikan mereka sebagai
sesembahan.
Demikian juga halnya dengan kaum
musyrikin lainnya dari berbagai glongan hingga saat ini. Sikap mereka
berlebih-lebihan terhadap orang-orang shalih, mengelilingi kuburan (tawaf ap-)
sambil berdzikir, menyembelih hewan untuk sesajen mereka, bernadzar untuk
mereka, meminta keselamatan kepada orang-orang shalih yang sudah wafat, bahkan
meminta perlindungan dan meinta kepadanya untuk dipenuhi kebutuhan mereka.
Sikap berlebih-lebihan itu dapat
menggiring pelakunya menuju perbuatan syirik. Oleh sebab itu Rasulullah
Shalallahu alaihi wa sallam bersabda:
Janganlah kalian meng-agung-agung-kan
diriku sebagaimana kaum Nashrani mengagung-agungkan ibnu Maryam. Arti ithra (mengagung-agungkan) dalam
hadits ini adalah berlebih-lebihan dalam memujinya.Aku adalah seorang hamba. Katakanlah
:Hamba dan RasulNya.[Dikeluarkan
Bukhari no.3445]
Sikap berlebih-lebihan
terhadap para tokoh tertentu,para nabi dan orang-orang shalih itulah yang
menjerumuskan kaum musyrikin dari kalangan ahlu kitab dan non ahli kitab
kedalam perbuatan syirik besar. Seharusnya dketahui derajat yang
sesuai bagi oarang-orang tersebut. Para rasul harus diketahui kedudukannya
sebagai rasul, orang-orang shalih dengan keshalihannya, para ulama dengan ilmu
mereka. Mereka memang lebih utama dibandingkan manusia lain.Keutamaan ulama
dibandingkan ahli ibadah seperti bulan dibandingkan bintang-bintang.mereka
hendaknya diposisikan sesaui dengan kedudukan mereka,tidak boleh diangkat
melebihi tingkatan yang semestinya. Allah berfirman:
v Wahai Ahli Kitab,
janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan
terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, Isa putra Maryam itu,
adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya
kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada
Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: "(Tuhan itu)
tiga",[surat An Nisaa:171]
Demikian
juga Allah berfirman:
v Katakanlah: "Hai
Ahli Kitab, janganlah kamu berlebih-lebihan (melampaui batas) dengan cara tidak
benar dalam agamamu. Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang
telah sesat dahulunya (sebelum kedatangan Muhammad) dan mereka telah
menyesatkan kebanyakan (manusia), dan mereka tersesat dari jalan yang
lurus." [surat Al Maidah;77]
Nabi
Shalallahu alaihi wa sallam bersabda:
Berhati-hatilah
kalian terhadap sikap berlebih-lebihan dalam agama.Karena yang membinasakan
umat-umat terdahulu tidak lain adalah sikap berlebih-lebihan dalam agama.[An NasaaI V:296, no.3057; Ibnu Majah
III:476,no.3029;Ahmad dalam musnadnya I:215,437.Dinyatakan shahih oleh Al
Albani dalam shahih Al jami no.2680]
Sikap
berlebih-lebihan terhadap sesama mahluk tidak diperbolehkan,demikian juga
mengangkat derajat sesama mahluk lebih tinggi dari tingkat yang diberikan Allah
kepadanya. Karena sikap tersebut dapat menggiring kepada perbuatan syirik
kepada Allah Subhanahu wa ta'ala. Demikian juga halya dengan sikap
berlebih-lebihan terhadap para ulama dan ahli ibadah. Allah menceritakan
tentang kaum Yahudi dan Nashrani:
v Mereka menjadikan
orang-orang alimnya, dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah[Surat
At Taubah:31]
Mereka
bersikap berlebih-lebihan terhadap para ulama dan ahli ibadah sehingga
menyakini para ulama dan ahli ibadah itu layak menentukan halal dan haram dan
merubah syariat Allah yang suci.
##Warisan jahiliyyah bagian 05##
Abu Ismail @ Karang Tengah Dzulqaidah
1424H
Email: apriadi27@yahoo.com
==========================================
Sumber , Judul asli:Syarh Masaailil Jaahiliyyah
Penulis:Syaikhul Islam Muhammad bin Abdul Wahab
Pensyarah:Dr.Shalih bin Fauzan bin Abdullah al Fauzan
Edisi Indonesia:128
Tabiat dan Perangai jahiliyyah
Penerjemah:Abu Umar Al Maidani Abu Ihsan Al Atsari
Penerbit At Tibyan,cetakan 1 Februari 2003
===========================================
No comments:
Post a Comment